Investasi

Investasi untuk Wanita: Mengapa Harus dan Bagaimana Cara Memulainya

visibility 538

Ladies, tahu, nggak, sih, kalau menurut sebuah penelitian, dari semua aset yang dikendalikan oleh wanita, 71% adalah dalam bentuk tunai alias tidak diinvestasikan? Secara statistik, kemungkinan wanita untuk berinvestasi memang lebih kecil, dan bahkan mereka yang berinvestasi pun cenderung menunggu sampai mereka lebih tua untuk memulai.

Kebanyakan wanita berpikir mereka tidak cukup tahu cara berinvestasi yang benar dan bahwa investasi dapat menumbuhkan tabungan mereka. Itulah mengapa, banyak dari wanita (mungkin termasuk kita!) yang menunggu untuk mulai berinvestasi sampai mereka merasa lebih stabil secara finansial sehingga jika terdapat risiko kehilangan uang, mereka lebih siap. Kesalahpahaman umum tentang berinvestasi lainnya adalah Anda harus menjadi ahli dalam bidang tersebut agar bisa berhasil. Padahal sekarang, sudah ada banyak sekali alat yang dapat membantu Anda berinvestasi secara mudah, cepat, dan tepat.

Kenapa wanita harus berinvestasi?

Menurut studi oleh Merrill Lynch, sebanyak 41 wanita berharap mereka menginvestasikan uang mereka lebih banyak. Tapi mengapa hal itu menjadi bagian yang amat penting dari keuangan pribadi?

Ini yang paling utama. Secara lahir maupun batin, penting bagi wanita untuk bisa mencapai rasa kesetaraan dan kemandirian finansial. Dalam menghadapi masalah seperti kesenjangan gaji yang dipengaruhi oleh jenis kelamin atau pajak gender di Indonesia (pernah dengar soal “pink tax”?), investasi adalah salah satu cara terbaik bagi wanita untuk memastikan bahwa mereka memiliki potensi untuk mengakumulasikan jumlah kekayaan yang sama dengan pria.

Apakah Anda ingin kembali melanjutkan sekolah, menabung dana darurat, memasukkan anak-anak Anda ke perguruan tinggi, menabung untuk pengeluaran besar seperti rumah atau pernikahan, atau hanya menumbuhkan kekayaan Anda secara keseluruhan, berinvestasi dapat menjadi cara paling cerdas untuk menjangkau tujuan-tujuan tersebut.

Ada sebuah probabilitas dan ini sangat mungkin terjadi, bahwa meskipun kita menabung uang dengan persetanse yang sama dengan yang ditabung oleh pria, kita tidak akan mendapatkan jumlah yang sama. Karena penghasilan yang didapat wanita kebanyakan masih lebih kecil daripada yang didapat pria. Kembali lagi karena masih banyaknya gender pay gap. Selain itu, wanita juga cenderung hidup lebih lama. Pada dasarnya, uang akan sulit bertahan lama di dalam kantong wanita jika hanya disimpan tanpa ada strategi investasi.

Kenapa punya rekening tabungan saja tidak cukup?

Uang tunai yang ada di rekening giro, brankas, atau bahkan di bawah bantal Anda sebenarnya mengalami penurunan nilai dari tahun ke tahun karena inflasi. Itu berarti Anda pada dasarnya kehilangan uang ketika Anda tidak menumbuhkan tabungan Anda secara aktif.

Fun fact! Saat ditanya tentang tujuan keuangan mereka, pria lima kali lebih banyak menyebut investasi sebagai jawabannya. Padahal berinvestasi memungkinkan wanita untuk menghasilkan lebih banyak uang daripada rekening tabungan saja, bahkan dengan setoran bulanan kecil.

Berinvestasi “seperti seorang wanita”

Terlepas dari stereotip bahwa wanita bukan investor yang baik, kita sebenarnya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pria di pasaran. Salah satunya dalam hal pengambilan risiko. Di saat pria lebih agresif dalam mengejar keuntungan pada satu waktu di mana risiko investasinya pasti lebih tinggi, wanita mendekati risiko secara berbeda. Wanita lebih suka bermain aman namun gigih. Konsisten setiap saat. Meskipun kecil kemungkinannya untuk melihat perubahan besar dalam portofolio nilai-nilai kita, tapi hal itu justru menandakan adanya pertumbuhan yang mantap seiring waktu.

Studi juga menemukan bahwa:

Jadi, bagaimana Anda memanfaatkan kualitas-kualitas ini dalam strategi investasi Anda?

Tentukan strategi berinvestasi yang tepat untuk Anda

Strategi investasi dan mengelola portofolio biasanya dibagi menjadi dua: agresif dan konservatif. Strategi agresif memasukkan lebih banyak uang ke dalam instrumen investasi yang volatile atau lincah bergerak seperti pasar saham atau mata uang digital. Sedangkan strategi konservatif memasukkan lebih banyak uang ke dalam obligasi atau pasar uang.

Investasi agresif biasanya memberikan Anda pengembalian yang lebih tinggi dari waktu ke waktu, namun tinggi risiko juga. Sebaliknya, investasi konservatif lebih stabil tapi tidak memberikan pengembalian maksimal.

Nah, strategi Anda dapat berupa campuran dari keduanya dan harus didasarkan pada tujuan keuangan, timeline, dan toleransi risiko yang Anda miliki. Ingat juga dengan satu hal. Saat tujuan keuangan Anda harus berubah atau Anda berencana menarik uang dari akun investasi Anda, penting untuk menyesuaikan kembali prioritas dan toleransi risiko Anda agar tidak salah langkah.

Pilih platform investasi yang tepat

Jika Anda menganggap diri Anda bukan sebagai ahli investasi (dan bahkan jika Anda merasa jago), mencari bantuan dari profesional adalah ide yang brilian. Ada banyak pilihan di luar sana untuk para investor pemula. Namun, ingatlah untuk selalu berhati-hati kepada siapa Anda bisa menggantungkan urusan Anda yang berkaitan dengan uang dan investasi ini.

Mungkin Anda masih belum terlalu familiar dengan istilah ”fidusia”. Fidusia adalah perusahaan atau organisasi yang terikat secara hukum untuk melakukan tindakan yang diperbolehkan/benar/legal sesuai dengan permintaan klien. Tidak semua broker atau perusahaan investasi digolongkan sebagai fidusia, jadi pastikan untuk bertanya dan memahami betul seluruh detail yang ada sebelum melakukan tanda tangan dengan siapa pun. Jika Anda sudah ‘naksir’ dengan satu perusahaan hebat namun bukan fidusia, pastikan mereka menempatkan keamanan dan kesejahteraan klien di atas segalanya.

Bicaralah dengan perusahaan potensial tentang strategi investasi mereka. Beberapa perusahaan menyiapkan portofolio yang sudah dipersonalisasi, tapi beberapa lainnya belum sehingga bisa Anda bongkar pasang sesuai dengan kebutuhan Anda. Banyak juga yang menggunakan formula dan sistem otomatis untuk merancang instrumen investasi terbaik untuk kliennya. Setiap perusahaan atau platform pasti menawarkan strategi yang berbeda, jadi pastikan Anda menjatuhkan pilihan pada pihak yang dirasa paling mampu mendukung tercapainya cita-cita finansial Anda.

Perhatikan dengan cermat persyaratan saldo minimal dan biaya untuk setiap perusahaan atau platform yang akan Anda pilih. Jika Anda memiliki anggaran yang terbatas, kami menyarankan Anda untuk mendaftar di platform yang terstruktur seperti Investree. Di Investree, Anda akan memiliki akun dan bisa memilih beberapa opsi investasi mulai dari mendanai pinjaman bisnis, Obligasi Negara, hingga reksa dana.

Pastikan Anda memilih perusahaan atau platform yang mendukung tujuan keuangan Anda dan memahami tantangan unik yang dihadapi oleh wanita dalam industri ini. Informasi-informasi sederhana tapi krusial lainnya juga perlu Anda tengok: apakah perusahaan tertentu dipimpin oleh wanita? Apakah produk dan layanan yang ditawarkan pro terhadap wanita? Meskipun tidak secara langsung mempengaruhi pengembalian yang akan Anda peroleh, memilih perusahaan atau platform yang sevisi, pro-wanita, dapat membantu Anda mendapatkan kesetaraan finansial jangka panjang.

Butuh inspirasi?

Untuk para investor pemula, Anda wajib berinvestasi Savings Bond Ritel SBR009 yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan, hasil kerja sama Investree dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dengan masa penawaran 27 Januari – 13 Februari 2020, Obligasi Negara ini punya struktur produk yang aman karena dijamin oleh Pemerintah; mudah, 100% online; terjangkau karena bisa dipesan mulai dari Rp 1 juta; dan menguntungkan dengan tingkat kupon menarik yaitu 6,30% per tahun dan berlaku pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) maksimal 50% dari minimal pemesanan Rp 2 juta tanpa biaya pelunasan setelah 12 bulan kepemilikan. Kupon akan dibayarkan setiap bulan oleh Penerbit.

Sekarang semakin mudah membeli SBR009 lewat aplikasi mobile Investree for Lender. Sudah dapat diunduh di App Store dan Play Store. Anda pun dapat melakukan pembayaran secara lebih fleksibel di lembaga persepsi seperti Pos Indonesia, Tokopedia, Bukalapak, dan Finnet. Mudah dan nyaman banget, deh. Jangan sampai ketinggalan!

Referensi:
Merrill Lynch. Women & Financial Wellness: Beyond the Bottom Line. Bank of America Merrill Lynch: https://www.bofaml.com/content/dam/boamlimages/documents/articles/ID18_0244/ml_womens_study.pdf

Share this Post