How-to

7 Cara Berhemat Memenuhi Kebutuhan Pangan Sehari-Hari

visibility 375

Kebutuhan pangan termasuk kebutuhan pokok manusia yang rata-rata pengeluarannya paling besar. Apalagi bila dalam satu keluarga ada lebih dari dua anggota keluarga. Itu mengapa, kebutuhan pangan harus bisa ditata dan dikelola dengan baik supaya jadi lebih hemat. Apalagi sekarang Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sedang jadi isu terbesar di dunia, banyak masyarakat yang kebingungan dari mana mereka harus mulai untuk menyetok kebutuhan pangan. Tidak perlu belanja berlebihan, harus bisa berbagi dengan yang lain. Di sisi lain, kalau pengeluaran untuk kebutuhan pangan bisa ditekan, Anda jadi punya sisa uang lebih banyak untuk kebutuhan lain seperti untuk ditabung atau sekadar untuk dana hiburan di akhir pekan.

Lalu, bagaimana cara menghemat pengeluaran untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari? Berikut Investree punya ulasannya untuk Anda. Mari simak!

Membeli secara grosir

Akan lebih baik bila Anda memiliki anggaran belanja bulanan dan mingguan. Sebab, kebutuhan pangan yang dibeli sekaligus banyak akan jadi lebih murah. Coba pisahkan antara bahan makanan yang bisa dibeli secara bulanan dan mingguan. Misalkan untuk sayur mayur, Anda bisa membelinya secara mingguan, lalu menyimpannya di lemari pendingin dalam wadah kedap udara agar tetap kering dan tidak mudah busuk. Begitu pula dengan roti yang masa kadaluarsanya singkat. Namun, untuk kebutuhan minyak goreng, beras, mie instan, dan bahan-bahan makanan hewani beku, bisa Anda beli secara bulanan untuk kebutuhan selama satu bulan dan menyimpannya di tempat yang benar.

Sebelum berbelanja, pastikan Anda sudah mencari tahu produk-produk apa saja yang didiskon. Setelah itu, sesuaikan dengan persediaan di rumah Anda. Pastikan Anda hanya membeli produk yang stoknya telah habis. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi limbah makanan di rumah dan memastikan anggaran belanja dapat dibelanjakan secara maksimal. Seperti untuk produk buah-buahan, biasanya promo diskon disesuaikan dengan musimnya. Misalkan, bulan September-Oktober adalah musim panen mangga, biasanya harga jual buah mangga mendapat promo diskon. Atau bagi Anda penggemar coklat, potongan harga akan banyak ditemukan pada periode setelah Hari Valentine.

Cari tempat berbelanja yang murah

Rumus pastinya, semakin nyaman sebuah toko, pasti harga produk yang dijualnya juga semakin mahal. Ya, siapa lagi yang mau membayar ongkos untuk biaya kenyamanan tersebut kalau bukan dari keuntungan produk-produk yang dijual di dalamnya. Jadi, carilah tempat belanja yang tidak mengambil untung terlalu besar. Anda bisa mengetahuinya dengan melakukan perbandingan harga antara satu toko dengan toko lainnya. Biasanya toko ritel sederhana (bukan  merek ternama) yang berada dekat dengan pasar tradisional akan menjual produk dengan harga lebih murah, mengikuti harga produk-produk di pasar tradisional yang memang lebih murah dari swalayan atau supermarket. Atau misalkan di kota Anda terdapat pusat perbelanjaan yang sudah terkenal murah harganya, Anda bisa terus belanja di sana tanpa harus berpindah tempat lagi karena bosan.

Anda juga bisa menjalin hubungan baik dengan para pekerja di supermarket, terutama mereka yang bekerja di belakang gerai daging atau ikan, supaya lebih mudah mendapatkan informasi produk-produk murah yang akan mereka rekomendasikan. Apalagi bila Anda sebagai pelanggan tetap di sana. Bila kondisi tidak terlalu ramai, mereka dengan senang hati akan memberitahu Anda info produk mana yang harganya lebih murah.

Berhati-hati dengan perangkap

Ketika Anda berbelanja di supermarket, jangan sampai tertipu oleh tampilan produk-produk yang tertata rapi sehingga membuat Anda mengambil barang yang tidak perlu. Berbagai strategi penjualan digunakan oleh supermarket tempat Anda berbelanja, namun jangan sampai Anda terperangkap di dalamnya. Misalkan, promo beli 1 gratis 1 akan lebih murah jika memang Anda membutuhkan produk tersebut dalam jumlah yang banyak. Tapi kalau Anda tidak membutuhkan dan tetap membelinya, berarti Anda berhasil terperangkap oleh strategi penjualan mereka.

Oleh karena itu, untuk menghindari, pastikan Anda selalu membawa catatan belanja dan hanya membeli produk kebutuhan yang ada dalam catatan tersebut. Atau pastikan Anda memiliki anggaran belanja yang harus dipatuhi, sehingga menjadi pengingat ketika Anda mulai tergoda membeli barang-barang yang tidak ada di daftar belanjaan. Supermarket juga biasanya meletakkan barang-barang yang lebih mahal sejajar dengan pandangan mata Anda sehingga bisa langsung terlihat dan meletakkan barang-barang merek mereka yang lebih murah di bawah sendiri. Jadi hati-hati, ya.

Kurangi bahan makanan siap saji

Kalau kita lihat buah yang sudah dipotong-potong akan lebih menggiurkan, memang benar. Tapi pasti akan lebih hemat kalau Anda membelinya secara utuh karena ukuran yang lebih besar bisa untuk persediaan di rumah dan tidak hanya untuk sekali makan saja. Apalagi bila Anda harus mencukupi kebutuhan pangan anggota keluarga yang jumlahnya banyak. Lalu, bahan makanan beku atau kalengan juga memang lebih simpel, tapi lebih mahal dan tidak sehat bila dikonsumsi terlalu sering. Lebih baik Anda membeli bahan-bahan makanan segar yang diolah sendiri dari awal. Bila di hari kerja Anda tidak memiliki waktu yang banyak untuk memasak, Anda bisa mempersiapkan semua bahan-bahannya di akhir pekan untuk kebutuhan memasak selama satu minggu ke depan. Sehingga kegiatan memasak di hari kerja tidak menghabiskan banyak waktu dan juga dapat menghemat uang.

Tinggalkan kartu kredit di rumah

Jika Anda sangat ingin mematuhi anggaran belanja Anda, cobalah untuk meninggalkan kartu kredit di rumah dan bawa uang tunai sesuai anggaran yang telah ditentukan, atau isi e-wallet Anda sesuai dengan anggaran tersebut. Gunakan uang yang tersedia saja. Memang terkesan memaksa, tapi ini bisa membatasi Anda agar tidak terjadi pembelian yang impulsif dan membantu Anda bisa selalu mematuhi anggaran yang telah dibuat. Jika total belanja Anda sudah melampaui batas, jangan malu untuk membatalkan pembelian di meja kasir. Jangan sampai Anda menyesal di akhir bulan karena telah membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Selain itu, biasakan untuk tidak menghabiskan waktu lebih lama di dalam supermarket. Jadi masuk, penuhi semua daftar belanjaan, dan segera keluar sebelum godaan konsumtif datang. Waktu yang singkat saat berbelanja juga membuat anak yang menemani Anda jadi memiliki waktu lebih sedikit untuk menumpuk barang-barang yang tidak mereka butuhkan.

Perhatikan harga satuan

Ketika Anda berbelanja, Anda pasti menemukan harga yang berbeda-beda untuk produk yang sama. Coba untuk tidak hanya membandingkan harga yang tertera, tapi juga membandingkan volume dari masing-masing produk. Kadang harga lebih mahal karena isinya juga lebih banyak. Jadi dalam membandingkan harga, tidak hanya harganya yang dibandingkan, namun juga bandingkan ukuran/volume dari masing-masing produk. Setelah itu, sesuaikan dengan kebutuhan. Bila kebutuhannya hanya sedikit, lebih baik memilih yang ukurannya kecil. Tapi kalau kebutuhannya banyak, lebih baik membeli yang berukuran besar.

Jika Anda berbelanja bahan makanan secara online atau menggunakan aplikasi, kemungkinan akan memudahkan Anda melakukan perbandingan harga dengan mengurutkan dari harga yang terendah. Mungkin ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang tinggal di perkotaan, yang mana akan lebih menghemat bensin kendaraan Anda.

Membuat perencanaan menu makanan

Perencanaan menu makanan bisa membantu Anda untuk memutuskan kebutuhan apa saja yang akan dibeli. Sehingga Anda tidak kebingungan saat akan membuat daftar belanja dan tidak merasa selalu ada yang kurang dari daftar belanjaan tersebut. Selain itu, daftar menu makanan akan membantu Anda melakukan inventaris dapur sehingga tidak ada bahan-bahan makanan yang tumpang tindih. Perencanaan menu makanan mingguan atau bahkan bulanan juga bisa membantu Anda ketika akan membeli bahan makanan dalam jumlah yang sekaligus banyak. Sehingga tidak ada yang terbuang dan semua bisa dimanfaatkan dengan baik. Pastikan juga Anda mendahulukan bahan-bahan makanan yang cepat busuk untuk dimasak, seperti sayur bayam, brokoli, dan lain-lain. Gunakan waktu weekend untuk membuat perencanaan menu makanan, berbelanja, dan meracik bahan-bahan yang akan dimasak seminggu ke depan. Atau Anda bisa memasak makanan setengah matang dan menyimpannya di freezer, di hari kerja Anda hanya tinggal memanaskannya.

Selain ketujuh cara di atas, perlu diingat untuk tidak berbelanja saat perut lapar karena akan menarik Anda untuk berbelanja secara lebih impulsif. Lebih baik Anda berbelanja di saat jam-jam sepi sehingga lebih leluasa untuk memilih dan membandingkan harga. Apalagi bila Anda berbelanja hanya seorang diri tanpa ditemani anggota keluarga yang lain, pasti pengeluaran jadi lebih hemat. Coba terapkan cara-cara di atas dan buktikan sendiri!

Referensi:
Susannah Snider. 19 Agustus 2019. How to Save Money When Grocery Shopping on a Budget. USNews: http://bit.ly/2T6aeSL

Share this Post